Diposting oleh
PUSTAKA JIWA
komentar (0)

Semua berjalan berlalu
Membawa sejuta luka sendu
Tertatih bersama hati yang rapuh
Yang runtuh terpecah
Saat engkau mulai berbagi cinta
Dengan sealin diriku disana
Akankah engkau bahagia
Bila tak ada cinta
Dan tak seharusnya engkau berpaling dariku
Karena diriku masihlah mencintaimu
Mungkinkah akan kembali
Sgala rasa yang tlah hilang kini
Aku tak ingin bertahan dengan semua ini
Walaupun hati kecilmu masih menyimpan cinta untukku
Bagaikan aku mendendam padamu
Dengan luka yang ada dalam hati
Apa yang ku rasakan
Kadang tak seindah yang diangan
Semua bermunculan dalam kenyataan
Sgala rasaku kini tlah menghilang untukmu berperaduan
Diposting oleh
PUSTAKA JIWA
komentar (0)
Angin meniup begitu dingin
Membasuh setiap pori masuk bersemayam dalam tulang
Hujan kecil pun ikut serta meramaikan
Membuat semua jadi sedikit berkubang
Dalam pekat ini seolah terbayang
Akan sesuatu yang tampak indah
Samar terajut dalam angan yang terbuang
Berbalutkan asap yang mengepul merekah
Terasa panas dalam genggaman
Mengoyak sedikit kebekuan malam ini
Dalam lingkup yang terbatasi
Secangkir kopi panas menghangatkan ruangan
Terhirup aroma wangi nan menggoda
Untuk segera aku menikmatinya
Mendekap erat secangkir kopi itu
Bak laksana istri keduaku
Aku peluk dengan kedua telapak tanganku
Aku cumbui dengan lembutnya bibirku
Aku tuangkan perlahan dalam mulutku
Berpadu dalam satu tubuhku
Tak lupa pula sebatang rokok turut menemani
Mengusir segala kebekuan ini
Tersaji dalam satu paket kehangatan
Walau hanya secangkir kopi dan sebatang rokok ditangan
Yah.... anganku dalam secangkir kopi hangat
Dan andaikan ini bukan sekedar angan saja
Uuuhh.... nikmatnya terasa menyengat
Kenikmatan kopi hangat dalam cangkir membuatku berkeringat
Membasuh setiap pori masuk bersemayam dalam tulang
Hujan kecil pun ikut serta meramaikan
Membuat semua jadi sedikit berkubang
Dalam pekat ini seolah terbayang
Akan sesuatu yang tampak indah
Samar terajut dalam angan yang terbuang
Berbalutkan asap yang mengepul merekah
Terasa panas dalam genggaman
Mengoyak sedikit kebekuan malam ini
Dalam lingkup yang terbatasi
Secangkir kopi panas menghangatkan ruangan
Terhirup aroma wangi nan menggoda
Untuk segera aku menikmatinya
Mendekap erat secangkir kopi itu
Bak laksana istri keduaku
Aku peluk dengan kedua telapak tanganku
Aku cumbui dengan lembutnya bibirku
Aku tuangkan perlahan dalam mulutku
Berpadu dalam satu tubuhku
Tak lupa pula sebatang rokok turut menemani
Mengusir segala kebekuan ini
Tersaji dalam satu paket kehangatan
Walau hanya secangkir kopi dan sebatang rokok ditangan
Yah.... anganku dalam secangkir kopi hangat
Dan andaikan ini bukan sekedar angan saja
Uuuhh.... nikmatnya terasa menyengat
Kenikmatan kopi hangat dalam cangkir membuatku berkeringat
Diposting oleh
PUSTAKA JIWA
komentar (0)

Sejauh ini aku tak tau
Tak menau akan yang sudah terlewati
Semua datang silih berganti
Terkadang hinggap disini kadang pula hinggap disitu
Hingar bingar yang takkan memudar
Hingga sunyi senyap yang terus mengendap
Semua sudahlah aku lalui dengan tegap
Tapi mungkin ada yang aku lewati dan sedikit tak berpendar
Bingung... apa yang sudah sedikit hilang itu?
Coba mencari dan mencari
Telusuri setiap ruang hati
Yang hilang perlahan adalah senyumanku
Walau itu semua sudah terlukis dalam hidupku
Baik itu manis dan pahitnya kehidupan
Senyumanku perlahan terus memudar tersapu
Terasa bahagia pun tak merasakan ada senyum dibibirku
Ada apa gerangan ini???
Yang tak terasakan saat ini
Kenapa harus terasakan seperti ini
Seolah dia akan pergi
Apa karna aku sering tersakiti???
Apa karna aku acap kali tercaci maki???
Apa karna aku berulang kali ternodai
Atau karna aku yang terus sembunyi
Dimanakah senyumku...?
Tolong coba lukiskan senyumku dibibirku
Agar abadi tertanam dalam sanubari
Pertanyaannya adalah "adakah yang mau?"
Diposting oleh
PUSTAKA JIWA
komentar (0)

Sendiri dalam keheningan keputus asaan
Menatap kosong tak berbinar tanpa cahaya
Berdiam diri tak buka pembicaraan
Mengunci setiap lubang yang ada
Hampa balut sekujur tubuhku
Dingin mengoyak setiap waktu
Diri mencoba tak bertemu dan bertumpu
Pada setiap ungkapan penuh rayu
Bergerak sesuka hati
Menggoreskan tulisan penuh caci
Terhadap keputus asaan yang mencemari
Pada dinding hati diri yang ternodai
Berantakan segenap sisi hidup
Dan tak bisa berfikir dengan jernih
Apa saja yang akan terasuki dalam setiap aku menghirup
Ternyata cinta yang sedikit demi sedikit membasuh
Setiap peluh yang menetes
Dari segala pertengkaran yang keras
Menggoyahkan sabar yang terkubur dalam
Menguakkan amarah yang tersimpan dalam kelam
Tak berdayanya tubuhku
Menahan semuanya itu
Tak ada yang menjaga lelap tidurku
Dan ternyata cinta yang tulus mendekap jiwaku
Diposting oleh
PUSTAKA JIWA
komentar (0)

Bila kini engkau benar harapkan ku
Bila kini engkau benar butuhkan ku
Bila kini engkau benar dambakan ku
Bila kini engkau benar inginkan ku
Terlambat.....!!!
Terlambat sudah semua itu kini tersumbat
Karna dia pilihanmu yang menghambat
Untuk kita saling mndekap erat
Hanya kan terucap SELAMAT untukmu
Semoga kau bahagia dengan pilihanmu
Yang tlah terestui orang tuamu
SELAMAT.... untuk mu
Aku takkan pedulikanmu lagi
Aku pun takkan hiraukanmu lagi
Sekarang takkan ada yang kembali
Kesemuanya itu kini tlah menjauh pergi
Aku yang terbuang...
Aku yang terbelah meradang
Yang aku rasa bagai tertendang
Tapi hatiku kini menang
